Cara Mengobati Diabetes dan Hipertensi dengan Tanaman Tapakdara

Cara Mengobati Diabetes dan Hipertensi dengan Tanaman Tapakdara – Setelah sebelumnya saya mengulas tentang manfaat tanaman tapakdara bagi kesehatan dan membahas penyakit penyakit apa saja yang dapat diobati dengan memanfaatkan salah satu tanaman yang banyak terdapat disekitar kita ini.

Pada artikel kali ini saya akan membahas lebih detail bagaimana sih cara mengobati diabetes melitus (sakit gula / kencing manis )  dan hipertensi (tekanan darah tinggi) dengan memanfaatkan tanaman tapak dara ini.

Cara mengobati diabetes dan hipertensi ini berbeda, untuk mengobati diabetes yang perlu anda siapkan adalah 10-16 lembar daun tapakdara nah daun tapak dara ini kemudian direbut dengan 3 gelas air. Merebusnya ini cukup lama ya sahabat sehat, daun tanaman tapakdara ini direbus hingga mendidik dan airnya tadi telah menguap 2/3nya atau kira kira tinggal 1 gelas saja. Setelah didapatkan 1 gelas ini, dinginkan larutan ini kemudian diminum. Untuk mencapai kesembuhannya minumlah tanaman tapakdara ini setiap pagi dan sore setelah makan.

Lanjut ya ke cara mengobati penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi) dengan tanaman tapakdara. Untuk mengobati penyakit hipertensi ada 2 cara yang harus anda lakukan

Yang pertama 15-20 gram daun tapakdara kering ditambah 10 gram bunga krisan direbus dengan 2,5 gelas air hingga mendidih. Hasil rebusan ini kemudian disaring. Minumlah hasil rebusan ini tiap sore.

Untuk cara yang kedua adalah dengan mencampur 7 lembar daun atau bunga tapak dara dengan segelas air panas dan dibiarkan beberapa saat lalu disaring. Untuk cara yang kedua ini diminum menjelang tidur ya sahabat.

Agar tekanan darah anda kembali normal 2 cara diatas harus dilakukan bersamaan dan rutin ya sahabat sehat, jangan minumnya pas tekanan darah lagi tinggi aja dan sudah mulai pusing dan tegang. Minumlah ramuan tapakdara ini rutin untuk mencegah hipertensi.

Gimana sahabat sehat sudah tahu kan sekarang cara mengobati hipertensi dan diabetes menggunakan tanaman tapakdara ? Semoga artikel ini bermanfaat dan jagalah kesehatan karena kesehatan itu mahal harganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *