Kategori mimisan

Masih berkutat di cakupan mengenai mimisan seperti pada artikel sebelumnya. Mimisan atau epitaksis dapat dibagi menjadi 2 kategori berdasarkan ringan atau berat kasus mimisan yang terjadi

 

  • Epistaksis interior merupakan kategori mimisan ringan, pendarahan umumnya berasal dari septum (pemisah ubang hidung kiri dan kanan) bagian depan, yaitu dari pleksus Kiesselbach atau arteri etmoidialis anterior. Biasanya pendarahan yang terjadi tidak terlalu hebat, dan ketika pasien dalam keadaan duduk maka darah umumnya keluar hanya dari 1 lubang hidung. Seringkali mimisan jenis ini berhenti secara spontan dan dapat dengan mudah diatasi. Pendarahan ini umum terjadi pada anak usia 2-10 tahun dan remaja. Namun pendarahan kategori ini bisa terjadi pada usia 40 tahun, pada umumnya disebabkan karena tekanan darah yang terlalu tinggi.
  • Epistaksis posterior merupakan kategori mimisan berat dari bagian hidung dalam atau bahkan dari saluran yang terhubung ke hidung bukan dari hidung, bisa dari arteri sfenopalatina dan arteri etmodialis posterior, mimisan jenis ini seringkali dialami oleh usia lanjut, penderita hipertensi, arteriosclerosis atau penyakit kardiovaskular, pendarahan yang terjadi umumnya hebat, dan sangat sulit untuk dihentikan. Darah dapat mengalir ke mulut dan tenggorokan. Karena itu mimisan kategori ini harus ditangani oleh dokter. Selain karena faktor diatas pendarahan juga bisa disebabkan karena infeksi pada sinus paranasal atau akibat lupus, sifilis, atau lepra.

Dengan mengetahui kategori mimisan maka kita dapat mengetahui perbedaan spesifik tiap kategori beserta penanganannya, diharapkan dengan mengetahui karakter mimisan yang terjadi kita  dapat melakukan pertolongan pertama apabila terjadi mimisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *