Ternyata Diet Garam bikin sakit Jantung dan Stroke

Ternyata Diet Garam bikin sakit Jantung dan StrokeGaram adalah bumbu perasa paling populer. Tidak ada bangsa di dunia yang tidak menggunakan garam sebagai bumbu masakan. Dan lebih dari 98% resep masakan selalu menggunakan garam dalam porsi yang berbeda.

Namun beberapa studi terdahulu menyebutkan bahwa garam memiliki efek buruk yang meningkatkan potensi terserang darah tinggi. Karena itu muncullah suatu terapi kesehatan yang biasa disebut diet garam. Diet garam adalah kegiatan untuk mengurangi sampai menghindari untuk mengkonsumsi garam.

Namun para ahli di Universitas McMaster baru-baru ini menemukan hal yang mengejutkan terkait diet garam ini. Menurut para ahli di universitas tersebut, diet garam dalam jangka waktu lama akan menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga orang yang diet garam lebih meudah terserang penyakit.

Penelitian itu meliputi 130 ribu orang dan dalam analisa lanjutan, para ahli universitas McMaster menemukan hal yang lebih mengejutkan, yaitu: Orang yang menghindari asupan garam secara jangka panjang akan memiliki potensi terserang stroke dan serangan jantung yang 4 kali lebih besar daripada orang yang makan makanan biasa.

Dr Andrew Mente, seorang profesor epidemiologi klinis dan biostatik di Universitas McMaster’s merevisi kesimpulan para ahli terdahulu dengan pernyataan medisnya. “Diet garam memiliki efek yang baik secara medis jika dilakukan oleh pasien yang memiliki riwayat darah tinggi. Tetapi, bagi mereka yang tidak terserang penyakit darah tinggi, diet garam justru membahayakan kesehatan tubuh. Konsumsi garam dalam volume  di bawah rata-rata kebutuhan tubuh justru secara signifikan akan meningkatkan resiko terserang stroke dan sakit jantung.”

Kebutuhan konsumsi garam rata-rata untuks seorang dewasa adalah 3-3.5 gram per hari. Lebih atau kurang dari itu akan membuat kandungan garam dalam darah meningkat dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan dan lebih rentan terhadap penyakit.

Sayangnya kebitihan garam untuk orang dewasa berbeda dari satu sama lain tergantung dari usia, berat badan dan kemampuan metabolisme tubuh. Bisa saja anda ternyata membutuhkan garam lebih tinggi daripada orang lain.

Dr Martin O Donnell, seorang profesor klinis di Universitas McChaster menceritakan bahwa penelitian masa kini telah memastikan bahwa setiap orang dalam usia berapapun membutuhkan asupan garam dan memiliki kandungan garam lebih rendah maupun lebih tinggi dari yang dibutuhkan tubuh sama-sama meningkatkan resiko terserang penyakit.

Jadi, jika anda sedang diet garam entah karena anda memiliki riwayat darah tinggi atau alasan apapun, sebaiknya anda mulai kembali mengkonsumsi garam. Anda bisa memulai dengan porsi kecil dan merasakan reaksi tubuh anda. Kemudian tingkatkan sampai batas normal. Bisa jadi sebelum batas normal anda mengalami beberapa gejala tidak enak, maka anda bisa kembali mengurangi porsinya. Akan lebih baik jika anda melakukannya dengan pengawasan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *