Bau badan dan Penyebabnya

Masalah bau badan timbul seiring perubahan usia peremajaan yang semakin matang. Setiap orang memiliki kadar keringat yang berbeda beda. Setiap orang memiliki kadar keringat yang berbeda beda, akan tetapi persoalan bau badan tidak hanya menyagkut masalah kadar keringat, bau badan dapat terjadi pada orang dengan kadar keringat tinggi atau rendah. Pada umumnya persoalan ini mudah diatasi dengan cara rajin membersihkan badan.

Pada kalangan remaja bau badan dapat menyebabkan turunnya percaya diri saat bergaul maupun bekerja, mereka bisa minder, rendah diri, dan akhirnya membatasi pergaulannya. Maka jika anda memiliki bau badan yang mengganggu anda dapat menguranginya dengan berbagai cara baik secara kimiawi dengan deodorant atau senyawa kimia lain maupun secara  tradisional dengan pewangi alami. Cara tradisional relative lebih aman dibandingkan dengan cara kimiawi.

Bau badan terjadi bukan karena ketidaknormalan tubuh, jadi jangan terlalu risau jika hal itu terjadi. Bau badan merupakan kombinasi antara produksi keringat dan keberadaan bakteri. Keringat sebenarnya tidak memiliki bau, yang menimbulkan bau adalah keberadaan bakteri pada kulit kita, bakteri sangat mudah tumbuh pada lingkungan yang lembab atau memiliki kadar air tinggi, oleh karena itu bada yang berkeringat cenderung memiliki bau badan yang tinggi dikarenakan bakteri yang berkembangbiak pada kulit-pun ikut tinggi jumlahnya.

Proses pengeluaran keringat merupakan aktivitas alami yang dilakukan oleh tubuh, keringat dihasilkan oleh 2 kelenjar keringat yang berada di kulit yakni kelenjar akrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar akrin cenderung mengeluarkan keringat yang tidak berbau, terletak di tangan, punggung serta dahi, sedangkan kelenjar apokrin cenderung terletak di bagian khusus seperti tempat perakaran rambut.

Keringat yang dihasilkan kelenjar apokrin mengandung lemak lebih tinggi dibandingkan kelenjar akrin, hal inilah yang menyebabkan keringat yang dihasilkan menjadi cenderung lebih berbau, hal ini dikarenakan lemak yang dihasilkan membuat mikrobia cenderung lebih mudah tumbuh dibandingkanpada keringat yang memiliki sedikit lemak. Hal inilah yang menyebabkan orang dengan kelenjar apokrin lebih banyak cenderung memiliki bau badan yang lebih menyengat dibandingkan dengan orang yang lebih sedikit kelenjar apokrinnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *